After Campus

7 Alasan Mutlak Kenapa Kita sebagai Cewek Harus Tetap Bekerja Bahkan Setelah Menikah

unzippedtv - tetap bekerja - feature image

Salah satu pilihan sulit yang masih sering menjadi perdebatan sampai detik ini adalah soal pekerjaan bagi cewek, terutama di negara dengan adat timur yang kental banget kayak Indonesia. Para leluhur kita sudah terlalu yakin bahwa hakekatnya cewek lebih baik diam di rumah dan berbakti sama keluarganya. It’s true somehow. Tapi, kenyataannya zaman, keadaan, dan tuntutan mau nggak mau harus mengubah paradigma itu. Not to offense anyone, but we better keep our career alive even after married. Mau tahu kenapa? Berikut adalah 7 alasan super mutlak yang bisa mengubah cara berpikir kamu:

 

1. Harus tetap mandiri meski sudah jadi istri orang

Status kita yang sudah menjadi suami orang nggak berarti kita bisa bergantung terus. Pernikahan sama sekali nggak bisa jadi alasan kalau kita harus terus menggelayuti suami kita secara keuangan. Bagaimana pun, kita bisa tetap mandiri secara finansial kalau terus bekerja. Seenggaknya untuk membeli kesenangan kita sendiri. Mau belanja atau jalan-jalan? Nggak perlu sungkan karena terus-terusan menggerus keuangan keluarga. Moreover, kita bahkan bisa ikut bantuin suami kalau-kalau keuangan keluarga kita lagi krisis.

 

2. Bekerja bisa tetap membuat kita berkembang dan terus belajar

Nggak melulu soal uang dan harta, bagaimana pun juga kita bakal tetap butuh berkembang bahkan setelah menikah. Memang, secara otomatis keterampilan kita bakal bertambah setelah resmi jadi istri orang. Mau nggak mau, kita harus bisa mengurus rumah dan masak. But we talk about personal growth. Berkecimpung di dunia karir membuat kita harus terus belajar hal baru, in technical ways. Demi memenuhi tuntutan perusahan. That could expand our life space too, ladies!

 

3. Butuh interaksi dengan orang di luar inner circle kita

Pada bulan-bulan pertama pernikahan, mungkin hal ini nggak bakal begitu menjadi masalah. Kita akan menikmati masa-masa menjadi istri. Kangen-kangenan, melayani suami, berbakti sebagai menantu yang baik, pokoknya seru. Tapi, waktu akan terus berjalan lho, ladies. Ada kalanya terus menerus ditinggal suami, plus teman-teman yang juga mungkin saja masih bekerja, bikin kita mulai bosan dan kesepian. We need to interact with people outside of our inner circle. Bekerja membuat kita bisa bertemu dengan orang-orang di luar lingkungan rumah.

 

4. Sarana meng-upgrade cara pandang kita pada dunia dan perbedaan

Sama sekali nggak menyudutkan mereka yang berpikir untuk tetap diam di rumah, tapi bekerja dan bertemu dengan orang-orang di luar rumah bisa membuat cara pandang kita lebih luas. Situasi di dunia pekerjaan yang dinamis dan selalu berubah bikin kita bisa lebih berkompromi dengan perbedaan. There will be more colours in our life, not only white and black! Begitu ada topik-topik dan masalah, bahkan sama suami, kita bisa lebih rasional dalam menanggapinya.

 

5. Bikin kita lebih menghargai waktu dan kebersamaan

Nah, karena kelak kita dan suami kita bakal sama-sama sibuk, kita bakal lebih menghargai waktu. Weekend bakal menjadi momen penting setiap minggunya. Kita juga bisa lebih antusias setiap kali punya waktu luang sama keluarga. Kekangenan itu bakal terus terjaga di dalam hubungan kita dan keluarga nantinya!

 

6. Bisa menjadi panutan, bagi anak ataupun orang lain

Somesay, be careful of who you inspiring. Tanpa kita sadar, begitu kita memilih untuk tetap menjaga keseimbangan antara bekerja dan keluarga, kita bisa jadi inspirasi buat orang lain. Panutan buat anak kita kelak. Oh, nyokap gue bisa jadi ibu yang baik di rumah dan pintar di kantornya. Yah, walaupun kita juga harus sadar, sih. Kadang, pro dan kontra itu memang menghampiri setiap pilihan hidup kita.

 

7. Salah satu cara untuk menjaga self-esteem kita sebagai cewek

Sama sekali nggak mau offense siapapun nih ya, ladies… Tapi, pernah nggak kalian berpikir, apa jadinya kalau suatu saat kelak, trouble comes up to you and your husband, dan status kamu justru jadi tameng buat dia?  Sadar ataupun nggak, dengan kita tetap berkarir bahkan setelah menikah, hal ini bisa jadi nilai tambah kita. Bisa menjadi medium untuk menjaga self-esteem kita. Kita ataupun orang lain jadi bisa tetap menghargai kita. Because we have more power controlling our own decision.

 

Oke deh, setiap dari kita memang punya alasan personal atas pilihan kita. Either we choose to stay at home or keep maintaining our career. Tapi, balik lagi ke diri kita. Mana yang paling bisa bikin kita menghargai dan mencintai diri kita sendiri?

 

Most Popular

To Top